Gambar Tidak Tersedia

PRINSIP AMAL KEBAIKAN

Kebaikan merupakan nilai luhur yang universal. Semua umat, agama, dan filsafat menaruh perhatian yang besar terhadap amal kebaikan. Dalam Al Qur’an, kebaikan dituturkan dengan menggunakan berbagai kata yakni al birr (kebajikan), al ihsan (kebaikan), ar rahmah (kasih sayang), ash shadaqah (sedekah), dan sebagainya. Penyampaiannya pun ada yang berupa perintah, motivasi, pujian bahkan larangan atau peringatan bagi yang tidak melakukannya.

Berikut beberapa ayat dalam Al Qur’an yang menyerukan amal kebaikan. Al Hajj : 177, “Berbuatlah kebaikan supaya kamu mendapat kemenangan.” Ali Imran: 115,”Dan apa saja kebaikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya).” Al Baqarah: 83, “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” Al Maidah: 48, “Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu. Maka, berlomba-lombalah berbuat kebaikan.”

Dalam hadits juga dianjurkan kebaikan sebagai berikut:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Hadist Arbain ke-15)

“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim dalam Al Imarah)
Akan tetapi ada lima karakteristik atau prinsip yang membedakan amal kebaikan dalam Islam dengan agama lainnya. Prinsip-prinsip tersebut meliputi:

1. Komprehensif
Seorang muslim melakukan amal kebaikan secara menyeluruh kepada semua yang membutuhkan, baik kerabat atau bukan, muslim atau kafir, kawan atau lawan, dan manusia maupun binatang. Kendati demikian Islam menekankan ada prioritas, seperti mengutamakan kerabat. Sabda Rasulullah SAW, “Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala sedekah, sedangkan kepada kerabat mendapatkan dua pahala, sedekah dan silaturahim” (HR. Ahmad).

Begitu pula terhadap nonmuslim, seorang muslim wajib berbuat baik dan adil kepada mereka selama masih berdamai dan tidak memperlihatkan sikap permusuhan. Sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah SWT, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al Mumtahanah:8). Bahkan pada tawanan, orang yang jelas memusuhi Islam tetapi dalam kondisi tertawan, Allah memuji umatNya yang berbuat baik pada tawanan. Dalam Al Insan:8, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.”

Berbuat baik juga berlaku kepada binatang dan tanaman. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Takutlah kepada Allah SWT terkait binatang ternak. Maka tunggangilah binatang itu dengan cara yang baik dan makanilah dia dengan cara yang baik pula.”(HR Ahmad)

2. Ragam Kebaikan

Amal kebaikan yang dilakukan muslim, baik sendiri maupun secara berjamaah, tak hanya memiliki satu bentuk saja, melainkan bermacam-macam sesuai kebutuhan dan kemampuan manusia, juga tergantung tuntutan dan kemungkinan yang ada. Amal bisa berupa ibadah yang bersifat ritual, maupun sosial kemasyarakatan. Ibadah ritual harus dilakukan dengan benar, sesuai tuntutan syariat. Sedangkan ibadah sosial lebih fleksibel. Wujudnya bisa berupa materi maupun nonmateri seperti waktu dan tenaga. Bahkan hal yang paling sederhana seperti kata-kata yang baik, menyingkirkan batu di jalan, dan senyuman pada orang lain bisa menjadi amal kebaikan, sebagaimana hadits “Senyummu pada saudaramu adalah sedekah” (HR.Tirmidzi).

Islam juga menganjurkan amal kebaikan sesuai dengan kemampuan. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, beberapa sahabat Rasulullah bertanya kepada beliau bahwa orang-orang kaya akan mendapat banyak pahala karena mereka sholat dan puasa sebagaimana mereka, dan masih bisa bersedakah dengan kelebihan hartanya. Rasulullah menjawab,”Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, mengajak pada kebaikan adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah, dan berkumpul dengan istri adalah sedekah.” (HR Muslim).

3. Kontinuitas

Salah satu ciri amal kebaikan di kalangan umat Islam adalah kontinuitas atau berkelanjutan. Dalam Islam, ada beberapa kewajiban yang memang bersifat periodik, seperti sholat fardhu setiap hari, zakat fitrah setiap Ramadhan, zakat maal setiap tahun dan sebagainya. Ada pula yang bersifat nonperiodik dan tidak wajib, seperti sedekah, membantu orang lain, sholat sunnah, dan lainnya. Ibadah wajib harus dilakukan oleh orang muslim, sedangkah ibadah sunnah merupakan ibadah tambahan yang dapat menyempurnakan ibadah wajib. Semuanya sebaiknya dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan, karena Allah akan selalu mengawasi dan melihat ummatNya. Firman Allah SWT, “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Al Zalzalah:7). Selain itu, kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput manusia. Dengan terus menerus beramal baik, semoga Allah mengakhirkan kita dalam husnul khatimah.

4. Motif yang Kuat

Memiliki motivasi yang kuat akan menjadikan seorang muslim lebih giat dan teguh dalam beramal baik. Motivasi tersebut antara lain:

a. Mencari keridhaan Allah
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.” (Al Insaan:8-9)

Termasuk mencari keridhaan Allah adalah meminta surga berikut pahala dan kenikmatan di dalamnya. Motivasi inilah yang telah mendorong banyak sahabat melakukan kebaikan. Maka, ketika diturunkan ayat Al Qur’an yang menyeru kebaikan, mereka bersegera melakukannya bahkan ingin berbuat lebih. Cinta dunia dan kekikiran tak menghalangi mereka berbuat baik sebab mereka yakin pahala Allah lebih besar dan di sisi Allahlah yang lebih kekal.

Ada sebuah kisah bahwa Abu Thalhah menyedekahkan kebun kurma yang ia paling cintai segera setelah diturunkannya ayat yang berbunyi “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Ali Imran:92).

b. Motivasi normatif

Motivasi normatif sebagaimana dalam Al Qur’an yang menyebut orang-orang yang beramal baik sebagai orang yang bertakwa (Al Baqarah: 2-3), orang yang beriman (Al Anfal: 3-4), orang yang berakal (Ar Ra’d: 19-22), atau orang –orang yang berbuat baik (Adz Dzariyat: 16-19).

c. Keberkahan di dunia

Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Maka kebaikan dunia pun boleh menjadi motivasi seorang mukmin untuk berbuat kebaikan, seperti keharmonisan rumah tangga, harta yang berkah, anak yang sholeh, maupun berharap Allah memberikan ganti yang lebih baik dari yang disedekahkan.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah,niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath Thalaq: 4)

“Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”(An Nahl:97)

5. Ikhlas demi kebaikan

Karakteristik terakhir dari amal kebaikan adalah dilandasi keikhlasan yakni dilakukan semata-mata demi kebaikan. Hal tersebut dapat terwujud apabila dimotivasi oleh agama dan akhlaq, bukan duniawi dan materi. Misalnya kebaikan seseorang tidak akan diterima apabila dijadikan alat untuk menipu atau meraup suara dalam pemilu. Demikian pula,amal kebaikan yang dilakukan dengan cara yang haram seperti: sedekah dari uang suap atau uang judi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan hanya menerima yang baik-baik.”

Sumber : mengikatilmuberbagihikmah.blogspot.co.id

www.rumahzakat.org

#RZInspirasi #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline

Gambar Tidak Tersedia

BERBAGI YUK MENGGUNAKAN MUAMALAT MOBILE KAMU

Sahabat, ayo raih kebaikan dengan gadget yang kamu miliki. Lebih mudah berdonasi menggunakan aplikasi Muamalat Mobile, Caranya bisa sahabat ikuti di gambar ya.
.
“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya”. (HR Bukhari – Muslim)

Yuk berbagi dan bantu saudara-saudara kita bersama Rumah Zakat. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin.

#DonasiOnline #Zakat #Infak #sedekah #Donasi #SaatnyaZakat #SaatnyaDonasi #SaatnyaInfak #SaatnyaSedekah #Berbagi #Kebahagiaan #SayaBerdaya

Gambar Tidak Tersedia

INI SEDEKAHKU, MANA SEDEKAHMU?

Menyembunyikan sedekah ternyata lebih baik, karena akan menjaga kehormatan penerima manfaat sedekahnya. Ada yang di namakan sedekah sirriyyah yaitu sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya.

Allah SWT berfirman: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS Al Baqarah: 271)

Perlu diketahui, bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah pada sedekah kepada fakir dan miskin. Hal ini, karena ada banyak jenis sedekah yang mau tidak mau harus ditampakkan, seperti membangun masjid, membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, dan sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir miskin. Oleh karena itu, Nabi SAW memuji sedekah sirriyyah, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah SWT nanti pada hari kiamat.

Transfer sedekah terbaikmu melalui :
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 Atau Sahabat bisa langsung Klik Link di Bio.

Link Donasi : https://www.rumahzakat.org/donasi/#infak-sedekah

www.rumahzakat.org

#SaatnyaZakat #SayaBerdaya #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #IndonesiaBerdaya #Indonesia1WGI
Gambar Tidak Tersedia

Beberapa Bentuk Kezaliman Jin Pada Manusia

JIN adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Taala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Taala firmankan, “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14-15)

Jin dapat menganggu manusia baik secara fisik maupun non-fisik. Maksud dari secara fisik adalah gangguan Jin yang dapat menyebabkan penyakit. Dan hal seperti ini sering terjadi disekitar kita. Seperti misalnya orang yang mengeluhkan sakit, Ia divonis oleh dokter memiliki sakit TBC. Namun ketika diperiksa laboratorium, tidak menunjukkan adanya gejala TBC. Namun Ia tetap merasakan sakit. Ketika akhirnya Ia mencoba ruqyah, barulah tahu bahwa batuk-batuk itu adalah gangguan Jin.

Lalu bagaimana dengan gangguan non-fisik?

1. Gangguan Perilaku


Ketika seseorang terkena gangguan jin, maka akan terjadi perubahan prilaku secara bertahap kearah yang negatif. Misalnya, seorang suami berlaku zhalim terhadap istrinya, ataupun kalau istri mulai berani terhadap suaminya, berbuat maksiat (selingkuh, miras, dll). Jika pelaku itu seorang anak maka ia akan menjadi anak yang durhaka terhadap orang tua. Jika ia seorang karyawan dibuat tidak jujur, korupsi dan begitulah seterusnya sesuai dengan kedudukan dan fungsi seseorang sesuai dengan status sosialnya.

2. Gangguan Psikis


Secara psikis orang yang terkena gangguan jin akan timbul rasa cemas, was-was, takut, gelisah, merasa tidak nyaman. Yang jelas hatinya selalu merasa gelisah, kalut, bingung terhadap dirinya. Titik klimaksnya adalah depresi, dan bahkan jika tidak ada penanganan yang tepat maka bisa menjadi gila.

3. Gangguan Cara Berpikir

Segala bentuk pikiran yang itu merupakan pikiran yang salah, menyelesihi Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah bagian dari produk pikiran yang di dalamnya ditunggangi setan. Sekarang ini, yang populer adalah pikiran orang-orang liberal (JIL), pengusung paham pluralis (semua agama sama), sekuler dan berbagai bentuk pemikiran yang pada intinya berseberangan dengan al-Qur’an dan As-Sunnah. Begitu juga dengan segala bentuk perilaku dosa dan maksiat adalah produk dari kesalahan berpikir yang itu ditunggangi jin atau setan.

4. Gangguan Keyakinan (Keimanan)


Jenis gangguan ini adalah jenis gangguan jin/setan yang paling berbahaya. Yaitu menjauhkan kita dari ketaatan kepada Allah SWT. Pelan namun pasti, secara bertahap menyesatkan manusia. Bisa dalam betuk kesyirikan atau perbuatan bid’ah. Jenis yang keempat ini, jika menimpa seseorang kerap kali pelakunya tidak sadar, bahwa apa yang dilakukan adalah salah, bahkan menganggapnya sebagai kebenaran dan cenderung marah terhadap orang yang berusaha mengingatkan terhadap kesalahan tersebut. Ini adalah salah satu hakekat kesurupan yang terbesar. Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya.

Keempat gangguan tersebut, berada dalam diri seseorang secara bersinambungan. Awalnya jin/setan membisiki manusia, lalu bisikan itu direspon oleh otaknya menghasilkan pola pikir. Dari pikiran direspon hatinya, jadilah gangguan psikis. Jika direspon tubuhnya, jadilah gangguan prilaku, dan puncaknya mempengaruhi keimanannya. Demikianlah gambaran singkat berbagai dampak negatif gangguan jin dan setan, yang terkadang sering dilupakan oleh kita semuanya. Semoga ulasan ini bisa membuat Sahabat Ummi termotivasi untuk semakin mendekat pada Allah.

Sumber : https://www.ummi-online.com (Marthina)

 

Gambar Tidak Tersedia

EKSPEKTASI GAJI TINGGI, ANGGARAN SEDEKAHNYA BERAPA NIH

Terkadang kita sebagai makhluk yang memiliki banyak kebutuhan hidup menginginkan penghasilan yang tinggi. Berekspektasi gaji tinggi untuk hidup yang lebih sejahtera. Ikhtiar terus dilakukan. Tapi, kalau gaji naik, sebaiknya gaya hidup jangan ikutan naik. Lebih baik, sedekahnya yang seharusnya tambah naik, bukan malah nambah cicilan hanya karena sebatas keinginan bukan kebutuhan.
.
Kekayaan bukan ukuran kemuliaan. Dan kemiskinan bukanlah kehinaan. Orang punya banyak harta, belum tentu mulia di hadapan Allah. Tanggungjawabnya banyak, hisabnya lama. Maka sebaiknya banyaknya harta harus banyak memberikan manfaat juga.

Sebaliknya, kemiskinan, belum tentu Allah hinakan. Jika mampu bersabar dan bersyukur, InsyaAllah jauh lebih mulia di sisi Allah.
.
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. Al-Anfaal/8: 28)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan dalam sabdanya.

“Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” (HR Tirmidzi)

Maka, jika saat ini Allah menitipkan harta, yuk sedekah. Seandainya seorang jenazah bangkit kembali akan memilih bersedekah jika bisa hidup kembali.

Sahabat mari tunaikan sedekah anda. Sedekah anda berdayakan sesama.

Transfer Donasi:
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 Atau Sahabat bisa langsung Klik Link di Bio.

Link Donasi : https://www.rumahzakat.org/donasi/#infak-sedekah

www.rumahzakat.org

#SaatnyaZakat #SayaBerdaya #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #IndonesiaBerdaya #Indonesia1WGI

Gambar Tidak Tersedia

Allah Maha mengetahui segala isi hati

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S. At-Taghabun : 4)

Bagaimanapun kita mampu menyembunyikan sesuatu dihadapan manusia Allah mengetahuinya. Allah mengetahui apa yang ingin kita katakan, apa yang sedang kita katakan dan apa yang telah kita katakan. Jangankan yang sudah jelas tampak, yang disembunyikan ataupun dirahasiakan Allah pun tahu.

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S. Fatir : 38)

Maka, mari kita berhati-hati dalam bertindak untuk sesuatu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui itu semua, mungkin saja dari kita luput akan tetapi tidak halnya dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Mari kita jaga hati kita, lisan kita dan perbuatan kita.

Semoga Allah selalu menguatkan hati kita untuk senantiasa menghidari diri dari keburukan. Aamiin.

www.rumahzakat.org

#RumahZakat #RZInspirasi #Inspirasi #IsiHati #AyatSuci #CatatanHijrah #CatatanHikmah #CeritaHikmah #JagaHati #quotes #KataBijak #Reminder #SelfReminder #CatatanMuslim

Gambar Tidak Tersedia

AKSI PEDULI BENCANA GEMPA AMBON

Gempa Bumi yang terjadi di Ambon, Maluku pada Kamis 26 September 2019 pukul 07.02 waktu setempat, dengan skala magnitude 6,8 SR mengakibatkan adanya korban jiwa dan kerugian materi yang cukup besar.

Gempa susulan terus terjadi mengakibatkan kepanikan warga dan sejumlah bangunan rusak.

Berikut Laporan situasi dan kondisi dari Rumah Zakat Action per tanggal 13 Oktober 2019 kemarin pada bencana Gempa Ambon, Maluku pukul 23.00 WIT.

Dampak dari gempa bumi :
Tercatat korban meninggal dunia 39 Jiwa, korban luka ringan 1548 jiwa, korban luka berat 30 jiwa, 170.090 jiwa warga harus mengungsi.

Wilayah Terdampak dan Kerusakan akibat Gempa Bumi ini diantaranya Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Maluku Tengah.

Respon Rumah Zakat telah menerjunkan 20 Relawan ke lokasi terdampak Gempa, 3 Relawan di Kabupaten Seram Bagian Barat, dan 17 Relawan di Kota Ambon. Kemudian melakukan need assessment koordinasi dengan pihak terkait, Layanan Medis, Menerjunkan 3 Mobil Operasional, Distribusi Logistik dan paket makanan, Mendirikan Mushola Darurat, Pos Segar dan melakukan pendampingan Psikososial.

Kebutuhan Mendesak Saat ini :
1. Terpal / Tenda pengungsian
2. Selimut
3. Sekolah Darurat
4. Matras
5. MCK Darurat
6. Tandon Air Bersih
7. Perlengkapan Sekolah
8. Layanan Kesehatan
9. SDM Medis
10. Obat-obatan

Sahabat mari bantu korban terdampak gempa Ambon
Transfer Donasi
- BNI Syariah 155 555 5589
- Mandiri 132000 481 9745

Konfirmasi transfer via WA Center di 08157300 1555

#GempaAmbon #Ambon #Gempa #AksiPeduliBencana #Rumahzakat #RumahZakatAction

Gambar Tidak Tersedia

JANGAN BERSEDIH SESUNGGUHNYA ALLAH BERSAMA KITA

Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Kau tidak boleh mengeluh.
Kau tidak boleh bersedih.
Kau tidak boleh menangis.

Allah selalu berada didekatmu dalam setiap keadaan, baik susah maupun senang. Teruslah mengingat-ingat-Nya apabila dirimu sedang bahagia, dan Ia akan selalu mengingatmu saat kau sedang bersedih. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang selalu ingin berada di dekat-Nya, jika kau selalu merasa bahwa Allah Bersamamu, maka kau tidak akan pernah merasa sedih. Kau tidak akan merasa kesepian. Karena kau yakin sepenuh-penuhnya, bahwa Allah selalu akan memberikan yang terbaik buatmu.

Terima Kasih Ya Allah Semua Berasal DariMu Semua Akan Kembali KepadaMu

Semua yang kau miliki dan kau dapatkan sekarang semuanya adalah dari Allah semata. Semua kekayaan, ketampanan, kecantikan, kepintaran, dan kebaikan, semuanya merupakan titipan untuk digunakan sebaik-baiknya di dunia. Begitu pula dengan musibah, kesedihan, keburukan, dan kejelekan, semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

Semua ini titipan. Semua yang kau dapatkan adalah ujian sekaligus penguatmu di dunia. Bersyukurlah jika kau di beri kelebihan. Bersabarlah jika kau diberi kekurangan. Semua milikmu di dunia ini, pada suatu saat, akan kembali kepada-Nya

Terimakasih Ya Allah Kau Telah Membukakan Pintu Hikmah Dan Pemahaman.

Semua yang terjadi di dalam hidupmu ada maksud dan hikmahnya. Allah tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia . sekecil apapun, seringannn apa pun, semua ada manfaat dan hikmahnya.

Ambillah pelajaran dari semua hal yang terjadi dalam hidupmu, baik itu yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Jika kau membaca tanda-tanda yang diberikan oleh Allah, berari hatimu telah terbuka. Berarti kau telah berhasil berbicara kepada Allah.

www.rumahzakat.org

#RZInspirasi #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline

Gambar Tidak Tersedia

CARA BERSYUKUR DENGAN LISAN, HATI DAN PERBUATAN

Apa itu syukur? Pertanyaan tentang pengertian syukur dan macamnya sudah dipaparkan pada bahasan pengertian syukur. Melanjutkan bahasan tersebut, timbul pertanyaan bagaimana cara bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita hambanya? Berikut ini adalah cara-cara bersyukur kepada Allah. Apa yang paling penting dan diamalkan dari cara-cara beryukur tersebut.

Namun sebelumnya sebagai pembuka bahasan cara-cara bersyukur mari kita perhatikan dalil firman Allah dalam Al-Qur’an al-Karim dan juga dalil Hadits Nabi yang menerangkan keharusan dari bersyukur. Firman Allah dalam Al-Qur’an :

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Dari ayat di atas, menekankan dan memberikan kepada kita pengertian bahwa bersyukur itu adalah suatu keharusan bagi hamba kepada Tuhannya. Tersirat dalam ayat di atas dua hal yang berupa anjuran untuk bersyukur dan ancaman bagi orang-orang yang tidak bersyukur. Bahwasanya, bagi orang-orang yang bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat-nikmat yang diperoleh dan ancaman bahwa azab atau siksa Allah itu amat pedih.

Dalam sebuah hadits dikisahkan :

Pada suatu malam ‘istri Nabi Aisyah ra. Melihat Rasulullah saw sedang mengerjakan sholat tahajud sampai membuat kaki Rasulullah bengkak yang disebabkan karena Nabi berdiri terlalu lama. ‘Aisyah melihat hal tersebut dan berkata kepada Nabi : Wahai Rasul, mengapa engkau selalu melakukan ini di malam hari, sedangkan hal ini bukanlah suatu kewajiban? Dan juga, bukankah semua dosa-dosamu baik yang akan dating ataupun dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah? Rasulullah Nabi Muhammad saw pun tersenyum dan beliau berkata : apakah salah apabila aku ingin menjadi Hamba Allah yang bersyukur?

Dari keterangan cerita hadits di atas, memberikan kita penjelasan betapa indah yang diajarkan Nabi Muhammad saw., bahwasanya tidak ada satu kesombongan pun dalam diri Rasulullah saw. Tidak terdapat rasa bermalasan-malasan yang ada pada diri Rasul untuk selalu mendapatkan cinta sang maha kuasa, meskipun beliau sudah mendapatkan gelar sebagai kekasih Allah swt.

Bagaimanakah cara-cara bersyukur kepada Allah?

Cara bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu sebagai berikut :

Cara bersyukur yang pertama adalah dengan lisan

Bersyukur dengan lisan adalah bersyukur dengan perkataan atau lisan. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa memuji kepada Tuhannya, dengan mengucapkan bacaan tahmid ketika mendapatkan nikmat, beristighfar apabila melakukan kesalahan, dan lain sebagainya.

Lidah orang-orang yang bersyukur akan selalu dibasahi dengan dzikrullah, takbir, tahmid, tahlil yang selalu mengiringi dalam setiap hembusan nafas seseorang. Memberikan tausiah serta saling mengingatkan ketika ada yang melakukan kesalahan dan kekhilafan adalah juga merupakan bagian dari cara bersyukur dengan lisan.

Cara bersyukur yang kedua adalah dengan hati.

Bersyukur dengan hati adalah dengan senantiasa menjaga qalbu atau hati dari berbagai penyakit yang dapat merusak dan mengotori hati seperti sifat iri hati, dengki yang terlarang, riya dan munafik.

Hati yang senantiasa bersyukur akan senantiasa berprasangka baik kepada Allah dengan menerima apa yang menjadi ketentuan dan takdir Allah kepadanya dalam kehidupan yang dijalani, tidak berputus asa ketika datang ujian dan cobaan melanda. Dengan ujian dan cobaan tersebut, orang yang bersyukur dengan hati akan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tegas, tegar dalam menjalani kehidupan yang fatamorgana ini.

Cara bersyukur yang ketiga adalah dengan amal perbuatan

Bersyukur dengan amal perbuatan adalah melalui tindakan atau amal perbuatan. Perbuatan seseorang dapat menjadi refleksi atau cerminan dari rasa syukur atas nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah. Salah satu contoh bentuk cerminan syukur adalah dengan memberikan dan perbuat banyak kebaikan kepada orang lain. Bersyukur hendaknya selalu diaplikasikan dalam keseharian, misalnya perilaku serta akhlak yang baik dan mulia juga dapat menjadi gambaran dan bentuk dari wujud syukur dalam perbuatan, ramah, sopan santun dalam pergaulan juga merupakan bagian dari rasa syukur itu sendiri.

Bentuk dari cara bersyukur dengan amal perbuatan ini adalah cara bersyukur yang paling penting dalam kehidupan di masa sekarang ini. Sudah semestinya kita ini menjadi rakyat yang bersyukur, bangsa yang bersyukur. Demikian juga bagi para pemimpin, para pemimpin yang menunjukkan wujud syukur dalam perbuatan adalah mereka yang senantiasa menunjukkan dan bisa menjadi contoh suri tauladan bagi rakyat yang dipimpinnya, bukan menjadi pemimpin yang mengajarkan berlaku dan bertindak kufur atas nikmat Allah.

Itulah cara-cara bersyukur kepada Allah swt. Tuhan yang mencipta alam dan seisinya, Maha menguasai alam dan seisinya, maha pengampun atas semua dosa. Marilah kita senantiasa berdoa, agar dapat menjadi orang yang pandai bersyukur, baik bersyukur dengan lisan, bersyukur dengan hati dan lebih-lebih bersyukur dengan amal perbuatan. Amiin……..

sumber: islamiwiki.blogspot.com

www.rumahzakat.org

#RZInspirasi #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline
Gambar Tidak Tersedia

TERNYATA SEDEKAH YANG RUTIN ITU LEBIH DICINTAI ALLAH WALAUPUN SEDIKIT

Sahabat, Allah mencintai hambanya yang senantiasa beriman dan menjalani ibadah dengan sungguh-sungguh. Terkadang keimanan itu memiliki masa pasang dan surut. Maka kita harus sama-sama saling menjaga kekuatan keimanan yang kita miliki.

Saling mengingatkan dalam beribadah akan menjadikan kita saling memberikan kebaikan. Apalagi jika kita bisa saling berbagi dari harta yang kita miliki. Sedekah salah satunya. Sedekah dari harta yang kita miliki tidak harus bernilai besar, yang terpenting adalah konsisten dan Istiqomah dalam melakukannya.

Ternyata, Allah mencintai amalan-amalan yang rutin dan berkelanjutan walaupun secara jumlah hanya sedikit. Misalkan sedekah, jika dilakukan secara rutin Allah lebih senang walaupun tidak banyak.

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berkelanjutan walaupun itu sedikit.” (H.R Muslim)
Yuk, kita mulai sedekah hari ini secara rutin. Tidak apa-apa jumlahnya sedikit apalagi yang kita berikan sedekah yang terbaik dari yang kita punya. Allah Maha Mengetahui dan Maha mmelihat ketulusan dan kelurusan niat kita. Rutinkan walau sedikit.

Semoga Allah jadikan yang sedikit itu menjadi berkah dan berlimpah.

Transfer Sedekah :
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 Atau Sahabat bisa langsung Klik Link di Bio.

Link Donasi : https://www.rumahzakat.org/donasi/#infak-sedekah

www.rumahzakat.org

#SaatnyaZakat #SayaBerdaya #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #IndonesiaBerdaya #Indonesia1WG
Gambar Tidak Tersedia

MASJID TEMPAT TERBAIK DI BUMI

Masjid Tempat Terbaik di Bumi, Siapa pun yang Mengusiknya akan Ditimpa Kehinaan di Dunia dan Akherat

Siapapun yang mengusik masjid alias rumah Allah maka tergolong sebagai pengikut Abrahah (dengan tentaranya bergajah), yang telah dihinakan dengan dihancurkan oleh Allah Ta’ala karena mereka mau menghancurkan Ka’bah Baitullah (Rumah Allah) di Makkah.

Tragedi dihancurkannya Abrahah dengan wadyabalanya yang berkendaraan gajah itu diabadikan dengan Firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an Surat Al-Fiil. Maka siapa saja yang coba-coba mengikuti jejak mereka, pasti akan memperoleh kehinaan di dunia dan akherat.

Perlu difahami, masjid adalah tempat terbaik di bumi dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
“Sebaik-baik tempat adalah masjid-masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar-pasar” (HR. Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 3271)

Mari muliakan dan makmurkan masjid-masjid disekitar kita. Karena Masjid adalah tempat yang paling Allah cintai.
.
"Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid-masjidNya."(HR. Buhkori)

Sumber : nahimunkar.org

www.rumahzakat.org

#RumahZakat #RZMuhasabah #Masjid #JumuahMubarak #JumatBerkah #Berkah #Barakallah #MasjidAllah #Muslimpedia #Muslimnesia #MozaikIslam

Gambar Tidak Tersedia

MENIKMATI SHALAT

Satu waktu, Rasulullah SAW masuk masjid. Lalu, seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai, ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda, “Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”
Lelaki itu kembali shalat seperti shalat sebelumnya. Setelah shalatnya yang kedua, ia mendatangi Nabi SAW dan memberi salam. Rasulullah SAW menjawab, “Wa'alaikassalam.'' Kemudian beliau bersabda lagi, “Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”
Sehingga orang itu mengulangi shalatnya lagi, total jadi tiga kali. Lelaki itu berkata, “Demi Zat yang mengutus engkau dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yang lebih baik daripada ini semua. Ajarilah saya!”

Rasul yang mulia itu lalu bersabda, “Bila engkau melakukan shalat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Alquran yang engkau hafal. Setelah itu, rukuk hingga engkau tenang dalam rukukmu. Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga engkau tenang dalam sujudmu. Bangunlah hingga engkau tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh shalatmu.”

Subhanallah, sahabatku, inilah dalil bolehnya mengulangi shalat sampai merasakan kekhusyukan. Sungguh shalat yang yakin ditatap Allah dan sadar bahwa sedang berhadapan dengan Allah (QS asy-Syuaro: 218-220) sehingga setiap bacaan menjadi doa dan terasa sedang berdialog dengan-Nya akan membuat shalat kita thumakninah dan khusyuk, tenang, damai, sejuk, nyaman, nikmat, indah, bahagia dan buahnya adalah akhlak mulia (QS al-Ankabut: 45).

Dalam shalat, kita dituntut sebisa mungkin untuk mendirikannya dengan khusyuk. Sebab dengan khusyuk, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku serta ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Khusyuk menjadi bukti keikhlasan seorang hamba. Karena hanya mereka yang ikhlas beribadah karena Allah dan shalat karena-Nya yang dapat melakukan khusyuk secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyukan palsu atau yang sering disebut kekhusyukan dusta.

Lalu, bagaimana caranya agar mudah khusyuk dalam shalat? Pertama, menghadirkan hati. Sadarlah bahwa dirinya sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apa pun.

Maka dalam keadaan seperti itu, yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik shalat kita. Maka alangkah bodohnya kita, jika kita sedang berhadapan langsung seperti itu, kita tidak merasa takut atau bergetar dengan keberadaan-Nya di hadapan kita.

Kedua, anggaplah saat itu adalah shalat yang terakhir. Agar makin khusyuk, anggaplah bahwa shalat tersebut adalah yang terakhir kali kita lakukan karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita.
Atau bayangkan, pada saat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan bahwa usai shalat nanti dia akan mencabut nyawa kita. Subhanallah. Kita lanjut di kesempatan lain.

www.rumahzakat.org

#RZMuhasabah #HappyEnergy #Happy #Energy #RumahZakat #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline