Gambar Tidak Tersedia

Sudah siap-siap untuk qurban 2019?

Kalau belum yuk qurban dengan cara baru. Rumah Zakat memfasilitasi kamu untuk berqurban dengan cara berbeda melalui superqurban.

Superqurban adalah innovasi otimalisasi daging qurban yang diolah menjadi Kornet dan rendang sebagai cadangan pangan protein hewani bagi masyarakat di daerah pelosok dan terpencil, serta daerah bencana sehingga daging qurban tidak hanya tersebar di kota tapi juga tersebar sampai pelosok kepada mereka yang jarang merasakannya.

Mau gabung dengan Superqurban? Cek harganya, tentukan pilihannya, dan segerakan daftar untuk meraih keberkahannya.

Superqurban energi berkelanjutan.

Harga partisipasi Superqurban

Kambing : Rp2.475.000

Transfer Qurban:
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555

www.superqurban.id

#RumahZakat #Superqurban #Qurban#SiagaPangan #AksiKemanusiaan#EkspedisiSuperqurban #Qurban2019 #Kurban #Hargaqurban2019 #Qurbankambing

Gambar Tidak Tersedia

SABAR & SHALAT

Ketika mengalami kesulitan memahami sebuah teori dalam ilmu pengatahuan, Ibnu Sina melaksanakan shalat sunah. Ia memohon petunjuk kepada Allah SWT agar diberi kemudahan untuk memahami teori pengetahuan itu. Setelah melaksanakan shalat sunah, Ibnu Sina mengalami kebeningan hati, kejernihan pikiran, dan kemudahan untuk memahami teori ilmu pengetahuan yang sebelumnya terasa sulit.

Pengalaman Ibnu Sina memperoleh kemudahan memahami sebuah teori setelah melaksanakan shalat sunah mengindikasikan bahwa shalat tidak hanya bernilai ibadah semata. Tetapi, shalat juga dapat menjadi terapi bagi orang-orang yang mengalami kesulitan dalam hidup. Termasuk kesulitan memahami sebuah teori dalam ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya, yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS al-Baqarah [2]: 45).

Seseorang yang kesulitan memperoleh rezeki dapat melaksanakan shalat Dhuha terus-menerus agar diberi kemudahan memperoleh rezeki. Sebagaimana yang dikemukakan Rasulullah SAW, "Wahai kalian anak Adam, janganlah engkau bermalas-malasan shalat Dhuha empat rakaat. Sebab, dengan mengerjakan shalat Dhuha, Allah akan mencukupi keperluanmu pada sore harinya." (HR Hakim dan Thabrani).

Sedangkan, bagi seseorang yang terjebak kebingungan yang berada di antara dua pilihan yang sulit, dapat melakukan shalat Istikharah untuk menentukan pilihan yang benar. Sebagaimana Rasulullah menjelaskan, "Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah." (HR Al-Bukhari).

Selain itu, bagi seseorang yang berkeinginan terhadap sesuatu, tetapi belum juga terwujud dapat melaksanakan shalat Hajat. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, "Barangsiapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu Adam maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu, kemudian shalat dua rakaat, dan melaksanakan shalat Hajat." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Bahkan, ketika sebuah anak panah mengenai kaki sahabat Ali Ibn Abi Thalib, ia memerintahkan anak panah itu dicabut ketika melaksanakan shalat. Saat Ali Ibn Abi Thalib tenggelam dalam khusyuk melaksanakan shalat, bersamaan itu anak panah yang mengenai kaki Ali Ibn Abi Thalib dicabut. Subhanallah, Ali Ibn Abi Thalib tidak merasakan sakit ketika anak panah itu dicabut dari kakinya.

Sangat penting bagi seseorang yang mengalami problem hati, pikiran, dan fisik untuk mengatasinya dengan terapi shalat khusyuk. Sebab, shalat merupakan komunikasi antara hamba dan Allah SWT sehingga terjalin koneksi yang kuat. Dengan begitu, seluruh permasalahan yang dihadapi seorang hamba akan memperoleh pertolongan dari Allah SWT.

#RZInspirasi #Inspirasiku #RumahZakat #quoteskebaikan #perubahan #hijrah #istiqomah #NegeriAkhirat #Masadepan

Gambar Tidak Tersedia

KISAH INDAH MELAKUKAN KEBAIKAN SEKECIL APAPUN

Kita kembali dingatkan dengan kejadian kecil tapi cukup menyentuh hati ini sampai ke dasarnya. Betapa tidak, ketika sedang melaju dengan sepeda motor di jalan. Saya melihat seorang bapak yang tiba-tiba menghentikan laju sepeda motornya. Saat itu saya masih belum mengerti kenapa motornya berhenti tiba-tiba?

Beberapa detik kemudian saya baru sadar saat bapak itu menundukkan kepalanya dan tangannya meraih sebuah paku tepat di tengah jalan, kemudian paku itu disingkirkan jauh dari jalan. Subhanallah, kebaikan kecil yang bermanfaat untuk banyak orang, aku tersenyum salut. Nasihat yang tidak diminta datang dari seorang bapak itu, sudah masuk sampai ke dalam hati. “Bahwa lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang menghantarkan kita ke surga.”

Firman Allah swt, “Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.s. Ali-Imran : 148)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari dimana matahari terbit padanya.”

Beliau SAW bersabda pula, “Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, kamu menolong seseorang pada kendaraannya, yaitu membantu untuk menaikkannya atau mengangkatkan barang-barangnya di atas kendaraannya adalah sedekah.”

Beliau SAW bersabda lagi, “Ucapan yang baik adalah sedekah, dan setiap langkah kamu berjalan untuk shalat adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” [HR. Bukhari dan Muslim, dan lafadh ini bagi Muslim]

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari setiap kejadian.

www.rumahzakat.org

#RZInspirasi #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline

Gambar Tidak Tersedia

RUMAH ZAKAT BERSAMA INDOSAT SALURKAN WAKAF AL QURAN BRAILLE KEPADA SANTRI TUNANETRA

Tasikmalaya (13/7) Rumah Zakat bersama Indosat menyalurkan wakaf Al Quran Braille sebanyak 16 paket dan 30 paket sembako kepada para santri di Pesantren Tunanetra MT Al Hikmah, Tawang, Tasikmalaya. Acara dihadiri oleh Wakhid Efendi selaku CEO ZISWAF dari Indosat dan Soleh Hidayat selaku Chief Waqf Officer dari Rumah Zakat.

MT Al Hikmah merupakan pesantren khusus tunanetra yang didirikan oleh Ustadz Rahmat yang juga seorang tunanetra. Sebelumnya aktivitas mengaji dilakukan bergantian karena jumlah Al Quran yang terbatas. Tak seperti Al Quran yang kita baca sehari-hari, Al Quran Braille memiliki bentuk yang lebih tebal dan berat, tebal satu juz Al Quran Braille sama seperti tiga puluh juz Al Quran biasa. Untuk membacanya juga diperlukan keahlian khusus. Ustadz Rahmat selaku pimpinan MT bertindak juga sebagai instruktur yang mengajarkan cara membaca Al Quran Braille kepada santri tunanetra lainnya.

Mendesaknya kebutuhan Al Quran Braille menjadi dasar dicanangkannya program Wakaf Al Quran Braille dari Indosat bersama Rumah Zakat. Diharapkan dengan adanya program ini santri akan lebih semangat mengaji dan memperdalam ilmu agama Islam.

“Saya selaku pembina pesantren mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur, karena ada yang perhatian kepada komunitas kami, mengingat kami ini banyak keterbatasan,” ujar Ustadz Rahmat penuh syukur.

#rumahzakat #wakaf #gelombangwakaf #wakafalquran #wakafalquranbraille

Gambar Tidak Tersedia

MEMAKNAI HARI PENYESALAN

Allah SWT berfirman, ''Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan tidak (pula) beriman.''

(QS Maryam [19]: 39) Ayat di atas sering mengingatkan kita agar selalu waspada dari sifat lalai. Sifat lalai akan berakibat pada kecerobohan serta hilangnya semangat dalam berkarya. Padahal tugas kita di dunia ini lebih banyak dibanding dengan waktu yang tersedia.

Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mewanti-wanti umatnya agar selalu waspada terhadap setiap kesempatan yang selalu disia-siakan. Ibnu Abbas RA menceritakan Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Dua kenikmatan yang banyak menipu manusia adalah nikmat sehat dan waktu senggang.'' (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Orang yang tidak menyadari betapa berharganya waktu dan kesehatan, akan menggunakan waktu yang ada dengan amalan yang sia-sia. Sebaliknya apabila kita menggunakan dua kenikmatan tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, maka kita telah menabung untuk jaminan masuk surga, karena Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan amalan kaum muslimin meskipun hanya sebesar zarrah.

Betapa ruginya orang yang meninggal dunia dalam keadaan lalai. Sebuah kelalaian yang akan membawa pada penyesalan yang sia-sia. Kesempatan untuk beramal shaleh tidak akan ada kecuali hanya di dunia. Sedangkan hari akhirat hanyalah konsekwensi dari kehidupan kita di dunia.

Karena itu, mumpung kita masih diberi kesempatan hidup juga kesehatan, alangkah baiknya apabila kita menggunakan waktu yang tersedia dengan melakukan amal shaleh untuk kita petik hasilnya di akhirat kelak. Jangankan para ahli neraka yang akan selalu menyesali perbuatannya, para ahli surga pun nanti akan menyesal karena tidak menanam amal shaleh yang lebih banyak lagi.

Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang digambarkan dalam Alquran, ''Supaya jangan ada orang yang mengatakan, 'Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)'.'' (QS Az Zumar [39]: 56). Wallahu'alam bish-shawab.

#Zakat #Infak #Sedekah #BahagiaBerbagi #SharingHapiness #RumahZakat
#SayaBerdaya

Gambar Tidak Tersedia

Terputusnya Amalan Selain Tiga Perkara

Ilmu agama yang bermanfaat, anak sholeh yang selalu mendoakan ortunya dan sedekah jariyah adalah di antara amalan yang bermanfaat bagi mayit walaupun ia sudah di alam kubur. Simak sajian singkat berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Faedah dari hadits di atas:

Pertama: Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.

Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Keempat: Di antara kebaikan lainnya yang bermanfaat untuk mayit muslim setelah ia meninggal dunia yang diberikan orang yang masih hidup adalah do’a kebaikan yang tulus kepada si mayit tersebut. Do’a tersebut mencakup do’a rahmat, ampunan, meraih surga, selamat dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya.

Kelima: Sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamatau anak sholeh yang mendo’akannya”, tidaklah dipahami bahwa do’a yang manfaat hanya dari anak saja. Bahkan do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat insya Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya.

Keenam: Dalam hadits terdapat isyarat adanya keutamaan menikah, juga terdapat dorongan untuk menikah dan memperbanyak keturunan supaya mendapatkan keturunan sholeh (sehingga bermanfaat nantinya ketika kita telah meninggal dunia, pen).


Sumber https://rumaysho.com/1663-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html

Gambar Tidak Tersedia

Sifat Muslim yang baik

Sifat seorang muslim adalah selalu taat dan patuh terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika Allah melarang sesuatu, maka ia patuh. Begitu pula ketika Rasul-Nya melarang sesuatu dengan mensifati sebagai sesuatu yang dimurkai, maka seorang muslim pun mendengar dan menjauhi tindakan semacam itu. Di antara bentuk duduk yang terlarang adalah sebagaimana para pembaca lihat pada gambar, yaitu duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan.

Kata Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, duduk seperti ini terlarang di dalam dan di luar shalat. Bentuknya adalah duduk dengan bersandar pada tangan kiri yang dekat dengan bokong. Demikian cara duduknya dan tekstual hadits dapat dipahami bahwa duduk seperti itu adalah duduk yang terlarang. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 25: 161)

Jika ada yang bertanya, logikanya mana, kok sampai duduk seperti ini dilarang? Maka jawabnya, sudah dijelaskan bahwa duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai Allah (maghdhub ‘alaihim). Jika sudah disebutkan demikian, maka sikap kita adalah sami’na wa atho’na, kami dengar dan taat. Tidak perlu cari hikmahnya dulu atau berkata ‘why?‘ ‘why?‘, baru diamalkan. Seorang muslim pun tidak boleh sampai berkata, ah seperti itu saja kok masalah. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nur: 63).

_____
Sumber : https://rumaysho.com/2482-duduk-bersandar-yang-dimurkai.html

Gambar Tidak Tersedia

BERBUAT BAIK DAN TERBAIK

Berbuat baik (ihsan) merupakan akhlak yang luhur. Tak ada yang mengingkari ini, namun tak semua orang mampu merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia senantiasa mengalami godaan setan, sesuai dengan konsensus Allah dengan iblis. Mungkin banyak orang beranggapan, jika seseorang memberikan sedekah kepada orang lain hanya akan merugikan dirinya--sebab akan mengurangi pemenuhan kebutuhan dirinya--dan hanya akan menguntungkan orang lain yang diberi.

Demikian juga para majikan kalau memberikan upah yang pantas atau lebih, hanya akan menguntungkan karyawannya dan merugikan dirinya karena keuntungannya berkurang.

Sikap demikian seharusnya tak menempel pada diri orang beriman. Orang beriman seharusnya menyadari sepenuhnya bahwa kebaikan yang diperbuat bukan untuk orang lain apalagi buat Allah, namun buat dirinya sendiri. Allah berfirman, "Jika kamu berbuat baik, kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri" (QS. 17: 7).

Kita memang perlu selalu berbuat baik untuk mengisi kehidupan dunia yang hanya sementara ini. Hidup ini--sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW--ibarat mampir sejenak di suatu tempat untuk mengumpulkan bekal bagi suatu perjalanan jauh. Orang yang dapat menggunakan kesempatan tentu akan memilih hal-hal yang memang diperlukan untuk bekal perjalanannya itu.

Adapun orang yang tak pandai kesempatan mampir sebentar itu akan disibukkan dengan hal-hal yang kurang atau bahkan tidak diperlukan untuk bekalnya melanjutkan perjalanan.

Allah telah mengajarkan bagaimana kita seharusnya berbuat baik. "Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu" (QS. 28: 77). Kita seharusnya menghayati makna ayat tersebut, bagaimana misalnya Allah telah memberikan rizqi kepada semua manusia tanpa meminta konsesi apa pun serta tidak memandang apakah manusia itu taat atau ingkar kepada-Nya.

Terhadap semua pemberian itu, Allah tidak memberikan ikatan serta meminta imbalan apa pun. Konsekuensi yang bakal diterima akibat pemberian nikmat Allah itu sepenuhnya tergantung pada manusia sendiri.

Bagi orang yang mau bersyukur, akan ditambah dengan kenikmatan yang lebih banyak lagi. Namun bagi yang mengingkarinya, diancam dengan siksa pedih karena menyia-nyiakannya (QS. 14: 7). Mudah-mudahan pada bulan suci Ramadhan ini, kita bisa meningkatkan amal baik kita.

www.rumahzakat.org
.
#RZMuhasabah #HappyEnergy #Happy #Energy #RumahZakat #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline
Gambar Tidak Tersedia

GARANSI DARI AR-RAZZAAQ BAGI MEREKA YANG BERSEDEKAH

Salah satu nama terbaik Allah adalah Ar-Razzaaq, yang artinya Yang Banyak Memberi Rizki. Allah lah Dzat yang memberikan rizki kepada makhluk nya, termasuk kita manusia dimanapun dan kapanpun berada.

Ar-Razzaaq erat sekali hubungannya dengan mereka yang sedang bekerja untuk mencari nafkah dan penghidupan. Kadang banyak orang terlalu fokus terhadap pekerjaan sehingga lupa kalau Allah lah yang yang berhak atas penyampaian rizki-rizki kita.

Allah SWT berfirman :

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba' 39)

Dari ayat diatas, Allah sendiri yang menjamin lho bahwa apa yang kita sedekahkan atas niat karena Allah, Allah akan ganti rizki yang disedekahkan itu. Gak perlu khawatir dong bakal habis, iya gak?

Jadi, yuk sahabat mulai berbagi dengan harta-harta terbaik kita!

Transfer Sedekah:
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi via WA Center di 0815 7300 1555

Sedekah Online Tanpa Perlu Konfirmasi >> https://sharinghappiness.org/mari-berinfaq

#Zakat #Infak #Sedekah #BahagiaBerbagi #SharingHapiness #RumahZakat
#SayaBerdaya

Gambar Tidak Tersedia

IBADAH HAJI MERUPAKAN PUNCAK PENGHAMBAAN SEORANG HAMBA


Melaksanakan ibadah haji merupakan puncak ‘penghambaan’ seorang muslim kepada Allah SWT. Karena dalam pelaksanaannya ibadah haji dilaksanakan dengan dengan segala upaya yang tidak mudah dalam menjalankannya. Mulai dari segi biaya, waktu, tenaga dan fikiran. Hanya dengan rasa ikhlas dan pengharapan ridho Allah SWT semata, yang rela meninggalkan urusan dunia, menuju kepada keharibaanNya serta memenuhi panggilanNya ke Baitullah, seraya mengucapkan “Labbaikallahumma labbaik,,,”

Allah SWT berfirman :
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah : 21)

Jika shalat atau puasa bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai insan yang bertakwa, maka hajipun demikian adanya. Ibadah haji melatih manusia untuk selalu menjadi insane bertakwa. Dalam haji kita dilatih dalam mengorbankan waktu, tenaga, biaya, dan banyak lagi demi untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Allah memberikan balasan yang besar kepada orang yang bersungguh-sungguh untuk memenuhi panggilannya. Orang yang berhaji akan mendapatkan ampunan dosa, dijanjikan syurga, dibersihkan jiwanya dari karat-karat perbuatan maksiat , menjadi lebih bersih dan lebih suci, dikuatkan iman, bahkan disebutkan dalam hadist (Bukhari No. 1521) bahwa orang yang berhaji dan ia tidak berkata-kata yang keji serta tidak melakukan perbuatan dosa, maka ia akan kembali seperti hari dimana ia dilahirkan oleh ibunya.

Sumber : Haji dan Umroh Mabrur itu mudah dan indah

Barakallah kepada sahabat yang diberi kesempatan berangkat haji tahun ini. Semoga yang belum bisa berangkat haji tahun ini segera menyusul. Aamiin.

#RumahZakat #Haji #Umrah #RukunHaji #KeutamaanHaji #HajiBernilaiBesar

Gambar Tidak Tersedia

TEKNIK PENGAWETAN DAGING QURBAN ALA SAHABAT NABI

Jika kita lihat sekarang, banyak lembaga-lembaga pengelola qurban yang mengelola hewan qurban dan mengolahnya dalam bentuk kornet.

Hal ini dilakukan supaya ibadah qurban yang dilaksanakan bisa lebih optimal, karena daging qurban yang dikornetkan mempunyai daya tahan waktu yang lebih lama dengan manfaat dan kelebihan yang lebih banyak.

Lalu bagaimana sahabat di masa sahabat dulu? Daging qurban yang dikornetkan mempunyai landasan hukum yang jelas dan didukung oleh banyak ulama karena memang para sahabat pun melakukan hal yang serupa yakni menyimpan daging qurban dengan cara diasinkan, dengan maksud agar dagingnya bertahan lebih lama.

Dalil yang memperbolehkan daging qurban dikornetkan adalah hadits dari Aisyah r.a, Ia berkata, ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (qurban) sehingga kami bawa ke Madinah". Tiba-tiba Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari.” (HR. Bukhari & Muslim)

Superqurban sebagai inovasi Rumah Zakat dalam pengolahan daging qurban sudah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh sahabat nabi pada zaman dahulu.

Superqurban menjadi salah satu produk inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah Qurban dengan mengolah dan mengemas daging Qurban menjadi Kornet dan Rendang. Produk Superqurban mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging Qurban sampai ke daerah-daerah pelosok dan terdepan di Nusantara hingga mencapai mancanegara.

Yuk berqurban bersama Rumah Zakat melalui superqurban

Harga partisipasi Superqurban
Kambing : Rp2.475.000
1/7 Sapi : Rp2.675.000
Sapi utuh : 17.250.000

Transfer Qurban:
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555

www.superqurban.id

#RumahZakat #Superqurban #Qurban #kurban #Hargasapi2019 #Qurban2019 #energiberkelanjutan
Gambar Tidak Tersedia

SIAGA PANGAN NUSANTARA UNTUK DAERAH RAWAN BENCANA

Sahabat tahukah anda bahwa selama pada tahun 2019 ini, 2.500 kejadian bencana di seluruh wilayah Indonesia akan terjadi.
Bencana hidrometeorologi diprediksi masih mendominasi seperti banjir, longsor, hingga puting beliung. Tak hanya itu menurut BNPB Diprediksi rata-rata setiap bulan ada sekitar 500 kejadian gempa di Indonesia.
.
Gempa bumi tidak dapat diprediksikan secara pasti di mana, berapa besar, dan kapan. Namun diprediksi gempa terjadi di jalur subduksi di laut dan jalur sesar di darat
JIka prediksi tersebut terjadi maka otomatis para korban terdampak akan mengalami kesulitan, mereka bisa jadi kehilangan nyawa, harta benda, tempat tinggal dan sumber makanan serta penghasilan.
.
Saat terjadi bencana potensi kekurangan pangan sangatlah besar ditambah lagi jika kondisi daerah terdampak yang belum stabil menjadikan pasokan makanan cukup sulit.
Menjawab tantangan terhadap kerawanan pangan di daerah bencana, Program Siaga Pangan Nusantara dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Program pengadaan makanan siap saji kemasan kaleng, berupa kornet/rendang sapi atau kambing.
.
Paket makanan Siaga Pangan Nusantaramengefektifkan proses distribusi ke berbagai wilayah, serta menjadikannya mudah dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Rumah Zakat pun telah merencanakan peta distribusi siaga pengan nusantara ini di daerah rawan bencana yang juga merupakan desa berdaya yang biasa disebut ‘Desa Tangguh Bencana’.
.
Sahabat mari berpartisipasi dalam program Siaga Pangan Nusantara, dengan donasi berapapun Anda sudah bisa berpartisipasi sediakan persediaan pangan untuk kondisi darurat di masa depan.
.
Donasi Bebas
Transfer Donasi Siaga Pangan Nusantara
BNI Syariah 155 555 5589
Mandiri 132000 481 974 5

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555