News

Gambar Tidak Tersedia

PERSIAPKAN QURBAN DARI SEKARANG

Hari raya Qurban memang masih lama, tapi jika kita bisa mempersiapkannya lebih awal ya tidak apa -apa.
Rumah Zakat memfasilitasi sahabat semua untuk menunaikan Ibadah qurban melalui program Superqurban dan Desaku berqurban.

Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang. Proses tersebut dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi

Desaku Berqurban adalah program ibadah qurban untuk disalurkan ke desa – desa dari Aceh hingga papua yang minin penyembelihan hewan qurban. Hewan qurban berasal dari peternak desa sebagai bagian implementasi pemberdayaan warga desa

Mengapa harus superqurban dan desaku berqurban?
1. Sesuai Syariah
2. Berqurban tanpa hadirkan kerumunan
3. Cadangan Pangan di masa Krisis
4. Memberdayakan peternak lokal

Yuk persiapkan qurban Anda dari sekarang karena ibadah qurban lebih utama daripada sedekah.
“Qurban itu lebih afdhal dari sedekah yang senilai dengan qurban” (Imam Hambali & Imam Ahmad)

Bahagia Berqurban
#Dimulaidarikita

Qurban Anda Ketahanan Pangan Indonesia dan Dunia . .

Transfer qurban via rekening :
BCA 094 301 6001
Bank Syariah Mandiri 701 551824 8

Konsultasi Qurban dan Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 (klik di link Bio)

#Rumahzakat #superqurban #ketahananpangan #qurban #kurban #bahagiaberqurban #desakuberqurban

 
Gambar Tidak Tersedia

KESULITAN PAKAN, PENGELOLA KEBUN BINATANG AKAN KORBANKAN SATWANYA

Pandemi covid 19 tidak hanya berdampak pada manusia, tapi juga berdampak pada kehidupan satwa yang berada di lingkungan konservasi seperti kebun binatang.

Pembatasan sosial karena covid 19 menyebabkan kebun binatang ditutup. Jika penutupan berlanjut, maka pengelola akan kesulitan untuk memberi pakan satwa. Sebab biaya pakan untuk para satwa didapatkan dari retribusi pengunjung.

Dampaknya, anggaran untuk pakan sebanyak 850 ekor satwa pun semakin menipis sehingga pihaknya terpaksa akan memotong rusa untuk pakan macan jika dalam beberapa bulan ke depan virus corona masih berlangsung.

Segala cara telah dilakukan oleh pengelola kebun binatang mulai dari mengurangi gaji karyawan dan manajemen dan dialokasikan untuk pakan koleksi satwa, namun ternyata hal ini pun masih belum cukup.

Bila para satwa kesulitan pangan, maka kemungkinan terburuk adalah para satwa akan mati kelaparan.

Sahabat, yuk bantu para satwa di kebun binatang agar tidak mati kelaparan.

link donasi : https://sharinghappiness.org/BantuSatwa

Gambar Tidak Tersedia

RAMADHAN INI INGIN MENDAPATKAN SIMPANAN BERHARGA DI SURGA?

Ucapkan : Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah
Ya. Kalimatnya begitu ringkas
Namun dahsyat keutamaannya
Kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala
Ada ulama menafsirkan, “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”

Yuk senantiasa berdzikir kepada Allah
Membaca, memahami, dan merenungi kalimat singkat ini.

#RumahZakat #GelombangWakaf #inspirasi #quotes #edukasi #doa #renungan #reminder #ibadah #infowakaf #nasihat #ramadhan #ramadhankareem #kebahagiaanRamadhan #DimulaiDariKita #TipsRamadhan #marhabanyaramadhan #ramadhan2020 #berbagi #sedekah #dermawan #surga #dzikir #mengingatAllah

 
Gambar Tidak Tersedia

Tunaikn Zakat Fitrah #DirumahAja

Sahabat, walaupun Ramadhan tahun ini kita berada ditengah musibah wabah corona tapi keberkahan Ramadhan tidak akan berkurang sedikitpun. Justru inilah kesempatan terbaik untuk kita fokus memperbaiki diri dan melakukan ibadah dengan maksimal.

Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan tetap terasa nikmat saat kita bisa melaksanakannya dengan tenang dan ikhlas, begitupun amalan wajib yang lainnya seperti menunaikan Zakat Fitrah di bulan Ramadhan.
Sudah tunainkan Zakat Fitrah?

Yuk tunaikan Zakat Fitrah #DirumahAja via Blibli.com

#KemudahanDonasi #DirumahAja #ZakatFitrah #RumahZakat #Bliblicom #KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariKita #DonasiOnline #SedekahOnline

Gambar Tidak Tersedia

MENGUNDANG PERTOLONGAN ALLAH DENGAN MENOLONG ORANG LAIN

Pada satu Hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
“Sesungguhnya Allah ta’ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih.” (HR. Bukhari)

Bukankah perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan?

Barang siapa yang mengasihi makhluk, maka ia akan dikasihi al-Kholiq (pencipta), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
“Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat, yuk kita sama-sama meraih kasih sayang Allah, mengundang pertolonganNya dengan menolong orang lain, meringankan beban dan kesulitan mereka dengan harta yang kita milik.

Ramadhan ini ada banyak keluarga yang berekonomi rendah yang bisa kita bahagiakan dengan berbagi .
.
Bahagiakan keluarga yang kurang mampu #DimulaiDariKita

Donasi dari #Rumahaja melalui @tokopediasalam : klik bit.ly/bingkisanlebaran-tokopedia

Selamat meraih keberkahan.

#RumahZakat #Tokopedia #BingkisanKeluarga #BingkisanLebaran #KeluargaDhuafa #Berbagi #RaihBerkah #Pertolongan #BerbagiMenolong

Gambar Tidak Tersedia

MUDIK BOLEH DI TUNDA, ZAKATNYA JANGAN

Sahabat, Indonesia masih dalam ujian wabah Corona, otomatis kita harus melakukan protokol pencegahan Corona dan tahun ini kita harus bersabar untuk menunda mudik kita. Aruma paham sama kerinduan kalian dengan keluarga di kampung halaman. Tapi apa daya, untuk kebaikan kita bersama. Sahabat, Mudik boleh ditunda tapi zakatnya jangan.

Suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Lalu, beliau menjawab, “Bersedekah selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya.

Dan janganlah kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian’, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dana Zakat sahabat akan di distribusikan untuk penerima manfaat yang terdampak COVID-19. "Pemanfaatan harta zakat untuk penanggulangan wabah COVID-19 dan dampaknya, hukumnya boleh asalkan penerima termasuk salah satu golongan (asnaf) zakat" (Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2020)

Yuk tunaikan zakat sekarang, untuk raih keberkahan harta kita di bulan Ramadhan ini.

Karena Kebahagiaan Ramadhan #DimulaiDariZakatKita

Transfer Zakat:
Muamalat 1010082208
Mandiri 132 0004 819 745

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300

Link Zakat>> https://www.rumahzakat.org/donasi/#zakat (klik link di bio)

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariKita #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHappiness #cegahcorona #ZakatWajib #ZakatKita #DesaBerdaya #Pemberdayaan #TundaMudik #JanganMudik
Gambar Tidak Tersedia

Pentingnya Menutupi Aib Diri dan Orang Lain

Dengan semakin masifnya aktivitas manusia di media sosial, tak sedikit dari realitas tersebut diisi oleh hal-hal yang kurang baik. Salah satunya adalah mengumbar aib diri atau bahkan aib orang lain.

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya Doa Memohon Perlindungan dari Serangan Ular Memahami Definisi Asbabun Nuzul Alquran

Padahal dari jauh-jauh hari, agama telah memberi tuntunan bagi manusia untuk menjaga aibnya agar tidak menjadi konsumsi publik. Imam Malik dalam kitab Al-I’lan bit-Taubikh As-Sakhawy menjelaskan, sangat disayangkan apabila seseorang yang aibnya tak ditampakkan ke publik, justru mulai menggunjing aib orang lain. Akhirnya tak sedikit dari gunjingan tersebut membuat Allah menampakkan aibnya sendiri.

Sebaliknya, kata beliau, orang-orang yang dulunya memiliki aib, namun menjaga lisan dan sikapnya akan menggunjing tentang aib orang lain, seiring berjalannya waktu, aib dirinya justru dilupakan orang-orang. Hal itu menjadi bukti Allah memang menolongnya.

Dalam hal ini, Allah telah berjanji untuk hal tersebut. Hal itu dikuatkan dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

"Wa man satara ala muslimin fii ad-dunya satarallahu alaihi fi ad-dunya wal-akhirah,". Yang artinya: "Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat".

Sedangkan menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin, seseorang perlu mengenali aibnya sendiri terlebih dahulu. Namun, aib tersebut tidak boleh diumbar sebab dikhawatirkan akan menimbulkan efek buruk bagi orang-orang sekitar.

Mengetahui aib diri dimaksudkan untuk mengenali kapasitas diri. Menjadikan hal itu bahan evaluasi untuk terus bergerak menjadi hamba-hamba terbaik di hadapan Allah SWT. Beliau mencatat setidaknya ada empat cara bagi manusia untuk mengenali aibnya.

Pertama, berkonsultasi kepada guru yang terpercaya baik laku dan kata. Guru tersebut dapat memberikan nasihat dan juga tuntunan agar diri kita tak tersesat. Kedua, mencari seorang teman yang jujur, yang memiliki bashiroh (mata hati yang tajam (berilmu) dan teguh pegangannya pada ajaran agama. Teman tepercaya ini juga bisa dijadikan referensi untuk dimintai masukan.

Ketiga, berusaha mengetahui aib dari ucapan dan cacian musuh-musuhnya. Keempat, bergaul dengan masyarakat.

Setiap kali melihat perilaku tercela seseorang, maka ia segera menuduh dirinya sendiri juga memiliki sifat tercela itu. Kemudian dia menuntut akan dirinya untuk segera meninggalkan, membenci dan menjauhi keburukan sifat tersebut. Seperti tengah berkaca dan membandingkan realitas sosial dengan yang dirasakan oleh diri sendiri.

www.rumahzakat.org

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariKita #DimulaiDariSedekahKita #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHapiness #ZakatKita #DiselamatkanAllah #EdukasiSedekah #ManfaatSedekah

Gambar Tidak Tersedia

#TundaMudik tapi Jangan Tunda Zakatnya

Sahabat, dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini masih adanya wabah corona di Indonesia membuat kita harus menunda untuk tidak mudik dulu lebaran tahun ini. Tapi ingat ya sahabat Zakatnya jangan ikutan ditunda juga ya.

Suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Lalu, beliau menjawab, “Bersedekah selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya.

Dan janganlah kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian’, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dana Zakat sahabat akan di distribusikan untuk penerima manfaat yang terdampak COVID-19.

"Pemanfaatan harta zakat untuk penanggulangan wabah COVID-19 dan dampaknya, hukumnya boleh asalkan penerima termasuk salah satu golongan (asnaf) zakat" (Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2020)

Yuk tunaikan zakat sekarang, untuk raih keberkahan harta kita di bulan Ramadhan ini.

Karena Kebahagiaan Indonesia #DimulaiDariZakatKita

Transfer Zakat:
Muamalat 1010082208
Mandiri 132 0004 819 745

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 atau klik link di Bio

Link Zakat>> https://www.rumahzakat.org/donasi/#zakat (Klik di link Bio)

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariKita #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHappiness #cegahcorona #ZakatWajib #ZakatKita #DesaBerdaya #Pemberdayaan #TundaMudik #JanganMudik
Gambar Tidak Tersedia

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG ZAKAT PERDAGANGAN HEWAN TERNAK?

Sahabat Zakat, pernahkah sahabat mendengar mengenai Zakat Perdagangan Hewan Ternak?

Zakat Perdagangan Hewan Ternak itu adalah zakat yang dikeluarkan dari hasil perdagangan hewan ternak setelah mencapai nishab dan haulnya.

Dalil-dalil untuk pelaksanaan Zakat Hewan Ternak: Ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam QS. At-Taubah: 103, QS. Al-Baqarah: 267, dan QS. Adz-Zaariyat: 19

Kemudian, dari Samurah Bin Jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan” (HR. Abu Dawud). Dengan ketentuan:

Nishab: 85 gram emas
Haul: 1 tahun
Kadar: 2,5 %
Penghitungan zakat: Laba + modal yg diputar/nilai harga hewan yang belum terjual + piutang – hutang jatuh tempo x 2,5 %

Bagaimana cara menghitungnya?
Contohnya: Seorang peternak ayam broiler memelihara 1000 ekor ayam perminggu, pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sbb:

1. Ayam broiler 5600 ekor seharga Rp 15.000.000
2. Uang Kas/Bank setelah pajak Rp 10.000.000
3. Stok pakan dan obat-obatan Rp 2.000.000
4. Piutang (dapat tertagih) Rp 4.000.000
Jumlah Rp 31.000.000
5. Utang yang jatuh tempo Rp 5.000.000
Saldo Rp26.000.000
Besar Zakat = 2,5 % x Rp.26.000.000,- = Rp 650.000

Wallahu 'alam

Mari tunaikan Zakat Perdagangan Hewan Ternak kita, agar semakin berkah harta yang kita miliki.

Transfer zakat:
Muamalat 1010082208
Mandiri 132 0004 819 745

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555

Link Zakat>> https://www.rumahzakat.org/donasi/#zakat

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHappiness
Gambar Tidak Tersedia

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG ZAKAT PERUSAHAAN?

Sahabat Zakat, pernahkah sahabat mendengar mengenai Zakat Perusahaan?

Zakat Perusahaan adalah zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dikelola tidak secara individual, melainkan secara bersama-sama dalam sebuah kelembagaan dan organisasi dengan managemen modern, mis: dalam bentuk PT, CV, atau koperasi, dengn syarat kepemilikan dikuasai oleh muslim baik individu maupun patungan, Bidang Usahanya halal, Dapat diperhitungkan nilainya, Dapat berkembang, dan mencapai nishab.

Dalil yang melandasinya adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam QS. At-Taubah: 103, QS. Al-Baqarah: 267, dan QS. Adz-Zaariyat: 19.

Kemudian, “...Dan janganlah disatukan harta yang mula-mula terpisah. Sebaliknya jangan pula dipisahkan harta yang pada mulanya bersatu, karena takut mengeluarkan zakat” (HR. Bukhari). Dengan Ketentuan sebagai berikut:

Nishab: 85 gram emas
Haul: 1 tahun
Kadar: 2,5 %
Penghitungan zakat: aktiva lancar – kewajiban jangka pendek x 2,5 %

Wallahu 'alam

Mari tunaikan zakat perusahaan kita, agar semakin berkah harta yang kita miliki.

Transfer zakat:
BCA 094 301 6001
Bank Syariah Mandiri 701 551 824 8

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555

Link Zakat>> https://www.rumahzakat.org/donasi/#zakat

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHappiness
Gambar Tidak Tersedia

ZAKAT DARI MASA KE MASA

Pada masa Rasulullah SAW harta yang dizakati meliputi binatang ternak (sapi, unta dan kambing), barang berharga (emas dan perak) serta tumbuh-tumbuhan yang berupa gandum, kismis dan kurma.

Saat itu tidak diwajibkan zakat pada kuda, karena kuda hanya digunakan untuk peperangan, tidak seperti masa Umar yang sudah dikembangkan menjadi peternakan, sehingga kuda juga terkena zakat. Pada masa Rasulullah hingga masa thabi’in rumah juga tidak wajib dizakati, karena digunakan hanya untuk tempat tinggal. Namun Imam Ahmad Hambal sempat mengeluarkan zakat rumah karena rumah itu disewakan dan menghasilkan keuntungan.

Lalu gimana ya perkembangan zakat dari masa ke masa? Yuk baca di poster…
Jangan lupa tunaikan Zakat karena dengan menunaikan zakat berarti kita telah menjaga tegaknya islam. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam dibangun di atas lima (pokok, rukun) yaitu bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan puasa dibulan ramadhan”. (HR. Bukhori- Muslim)
Dengan berzakat, Allah subhanahu wa ta’ala telah mensucikan harta, dan menghendaki kebaikan untuk kehidupan umat manusia.

Transfer Zakat #dirumahaja melalui: https://www.rumahzakat.org/donasi/#zakat (klik di link bio)

BCA 094 301 6001
Bank Syariah Mandiri 701 551 824 8

Konfirmasi transfer via WA Center di 0815 7300 1555 (klik di link bio)

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHappiness

Gambar Tidak Tersedia

H-7 RAMADHAN : Begini Caranya Mengatur Keuangan Selama Bulan Ramadhan

Sudah bulan puasa lagi nih. Hati, fisik, dan mental harus kamu persiapkan dengan baik agar bulan puasa ini dapat kamu jalani dengan sempurna. Selain itu semua, kamu juga harus menjaga dan mempersiapkan keuanganmu selama Ramadan. Meski selama sebulan, kamu akan lebih jarang makan karena berpuasa, bukan berarti pengeluaran kamu akan berkurang loh. Biasanya banyak orang yang pengeluarannya malah jadi membengkak selama Ramadan. Mahalnya biaya makan dan ajakan buka puasa bersama atau bukber di luar menjadi faktor utama meningkatnya pengeluaranmu. Maka itu, jangan lupa untuk tetap mengatur keuanganmu ya. Mau tahu caranya? Yuk simak.

1. Buat Rencana Keuangan
Sebelum memulai bulan Ramadan, kamu harus membuat daftar yang jelas untuk menentukan prioritas kamu dalam mengalokasikan penghasilanmu. Sisihkan uang untuk makanan sahur dan berbuka. Tetapkan anggaran yang masuk akal dan sesuai, tidak terlalu kecil, namun juga jangan terlalu besar.
Jangan lupa juga alokasikan uangmu untuk membeli kebutuhan untukmu dan keluarga. Anggaran ini pun tidak boleh ketinggalan, yakni menyisihkan uang untuk bersedekah untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Perhitungkan anggaran untuk sebulan ini dengan rinci dan realistis.

2. Selalu Catat Pengeluaran Harian
Hal ini perlu dilakukan untuk memantau ke mana saja uang yang kamu habiskan selama satu hari. Catatan ini dapat dipakai untuk mengingatkan diri kamu untuk terus berhemat dan mengeluarkan uang seperlunya saja. Selain itu, dengan mencatat pengeluaranmu, maka kamu pun secara tidak sadar akan jadi lebih teratur dan berhemat karena selalu tahu berapa banyak uang yang keluar.

3. Tahan Keinginanmu Untuk Berbelanja
Sama halnya dengan menahan hasrat untuk makan dan minum, kamu juga harus bisa menahan keinginanmu untuk berbelanja selama bulan Ramadan. Meski banyak promosi dan diskon menarik yang akan membuat kamu tergiur, kamu harus bisa menahan diri untuk tidak boros. Penuhi dulu semua kebutuhanmu selama bulan ini, setelah itu barulah pakai uangmu untuk berbelanja. Kendalikan dirimu agar keuanganmu tetap teratur ya.

Mengatur keuanganmu adalah hal yang sangat penting dan sangat perlu dilakukan, terutama pada bulan puasa ini. Karena justru pada bulan inilah keuanganmu bisa jebol dan hidup jadi susah. Mengatur keuangan bukan berarti kamu menjadi pelit dan tidak bisa bersedekah. Jangan jadikan mengatur keuangan alasan untuk tidak berbagi dengan sesama. Membantu orang yang lebih membutuhkan adalah perbuatan baik yang membuat hidupmu semakin bermakna. Buat puasamu jadi penuh berkah dan berarti.

www.rumahzakat.org

#KebahagiaanIndonesia #DimulaiDariKita #DimulaiDariSedekahKita #DimulaiDariZakatkita #SaatnyaZakat #Zakat #Infak #Donasi #Sedekah #RumahZakat #HappinesOfIndonesia #WorldHapiness #ZakatKita #DiselamatkanAllah #EdukasiSedekah #ManfaatSedekah